Pengertian Jurnalisme Data, Proses, dan Contohnya

BATIC Media

Pengertian Jurnalisme Data, Proses, dan Contohnya

Pengertian Jurnalisme Data, Proses, dan Contohnya. Jurnalisme data (data journalism) merupakan genre baru dalam jurnalistik. Praktik atau proses jurnalisme data menggabungkan elemen jurnalisme, internet, komputer, statistik, dan desain grafis.

Melalui penggunaan infografis dan visualisasi data, jurnalisme data membantu dalam menceritakan kisah yang rumit. Melalui infografis yang menarik, jurnalisme data dapat membantu wartawan dalam menyampaikan narasi yang rumit.

Jurnalisme data itu sebuah praktik pelaporan berita yang baru. Namun, praktik jurnalisme data sebenarnya sudah ada jauh sebelum kata tersebut muncul. Sejak dulu seorang jurnalis harus berpegang pada data.

Data adalah fakta (kenyataan/realitas) berupa angka, karakter, simbol, gambar, tanda-tanda, isyarat, tulisan, suara, bunyi yang merepresentasikan keadaan sebenarnya.

Keterampilan yang diperlukan untuk seorang jurnalis data adalah jurnalisme dan minat pada data.

Dalam The Handbook of Data Journalism (2012) dikatakan, jurnalisme data memang hadir di dunia digital seperti saat ini, di mana hampir segala hal dapat direpresentasikan dengan angka-angka.

Pengertian Jurnalisme Data

Pakar jurnalisme digital dari Birmingham City University, Paul Bradshaw, mendefinisikan jurnalisme data secara sederhana: jurnalisme data adalah jurnalisme dilakukan dengan data.

Menurut Bradshaw, data dapat menjadi sumber bagi Jurnalisme Data, dapat pula menjadi alat untuk menceritakan kisah berita, atau bahkan dapat menjadi keduanya.

Kata kunci dalam pengertian jurnalisme data adalah “data”. Secara bahasa, data artinya keterangan yang benar dan nyata; keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan); informasi dalam bentuk yang dapat diproses oleh komputer, seperti representasi digital dari teks, angka, gambar grafis, atau suara. (KBBI Daring).

Istilah jurnalisme data populer ketika dunia memasuki era big data. Perkembangan dan penggunaan internet melahirkan kemudahan dalam mencari data.

Big data adalah kumpulan data yang sangat besar, kompleks dan terus bertambah setiap waktu. Data ini dihasilkan dari aktivitas internet yang makin rutin dilakukan, baik untuk tujuan pribadi maupun bisnis. Jejak digital adalah bagian big data.

Dalam jurnalisme data, data yang dimaksud bukan hanya sekedar angka-angka, melainkan juga fakta yang dikumpulkan lalu diolah menjadi cerita, dengan kata ataupun visual.

Jurnalisme data adalah proses pembuatan berita dengan memanfaatkan big data. Praktik jurnalisme data dengan melakukan pengumpulan, verifikasi, analisis, dan visualisasi data.

Jurnalisme data adalah cara meningkatkan pelaporan dan penulisan berita dengan menggunakan dan memeriksa statistik untuk memberikan wawasan yang lebih dalam tentang sebuah berita dan menyoroti data yang relevan.

Jurnalisme data menyebarkan informasi ke publik melalui konten online interaktif melalui alat visualisasi data, seperti tabel, grafik, peta, infografis, microsites, dan dunia visual.

Contoh Jurnalisme Data

Proses Jurnalisme Data

Jurnalisme data lebih menekankan aktivitas jurnalistik pada pengelolaan basis data di komputer. Mereka duduk di depan komputer sambil menggali dan mengeruk dari berbagai sumber data. Hal ini membuat jurnalis tidak lagi bersentuhan langsung dengan narasumber.

Data menjadi sumber atau bahan yang melengkapi pengamatan, pernyataan pejabat atau ahli. Berbasiskan data, informasi atau berita disampaikan layaknya cerita (story) dan menemukan makna di dalamnya.

Mereka yang mempraktikkannya cenderung setuju pada satu prinsip: jurnalisme data, pertama dan terutama, jurnalisme. Itu hanya menggunakan data sebagai sumber selain manusia.

Proses jurnalisme data adalah sebagai berikut:

1. Akuisisi

Mendapatkan data, apakah itu berarti mengorek situs web, mengunduh spreadsheet, mengajukan permintaan catatan publik, atau cara lain.

2. Analisis

Melakukan perhitungan atau manipulasi lain pada data yang Anda miliki, untuk mencari pola, cerita, atau petunjuk

3. Presentasi

Menerbitkan data dengan cara yang informatif dan menarik. Infografis, aplikasi berita, dan desain web adalah contohnya.

Data menawarkan pandangan yang tidak terlalu bergantung pada insting atau penilaian pribadi jurnalis atau editor. Jurnalisme data adalah jenis jurnalisme di mana reporter membuat berita menggunakan kumpulan data yang sangat besar.

Dulu, ketika informasi masih sulit untuk didapat, fokus para jurnalis adalah berburu dan mengumpulkan data. Sekarang, informasi begitu melimpah dan tak pernah berhenti mengalir. Jurnalis data melakukan analisis lalu mempresentasikannya kepada khalayak.

Sumber: American Press Institute, Oreilly, Kompas, Dexlab.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *